Cara Naik Bus di Jepang

0 Comments


Transportasi di Jepang banyak diakui sebagai yang terbaik di dunia dalam hal ketepatan waktu, pelayanannya, maupun fasilitas yang diberikan kepada setiap penumpangnya. Jangan membayangkan kondisi transportasi di Negeri Sakura ini amburdaul seperti di negara-negara berkembang di Indonesia yang jangankan menjamin kenyamanan penumpang, hanya untuk tepat waktu saja sudah sulit. Makanya ketika berkunjung ke Jepang, sebisa mungkin kita harus membiasakan diri menjadi seperti orang Jepang terutama dalam hal kedisiplinannya.

Yang kali ini dibahas ialah bagaimana caranya bepergian dengan menggunakan bis di Jepang. Langkah pertamanya, tentu saja kita harus mengetahui jadwal keberangkatan bis-bis di Jepang sesuai dengan yang akan ditumpangi. Hal ini sangat penting karena bis-bis di Jepang sangat jarang ada yang tidak sesuai jadwal. Waktu keterlambatan yang ditolerir ialah 2-10 menit. Patokan waktu keberangkatan dan kedatangan bis biasanya tertulis di tiap-tiap halte yang dilalui.

Kedua, menunggu bis dan kalau bis sudah datang, kita akan naik di pintu bagian tengah kemudian ambillah tiketnya. Tiket itu yang akan digunakan ketika kita turun dan membayar tarif bis sesuai dengan ketentuan. Kalau kita sampai tak memiliki tiket maka akan dianggap ilegal dan bisa-bisa kita dimintai keterangan oleh otoritas perhubungan setempat. Ketiga, patut diperhatikan pula bahwa naik bisa di Jepang tarifnya tak seperti bisa di Indonesia yang biasanya “jauh-dekat sama saja”. Di Jepang, semakin jauh tujuan yang hendak dituju, maka bayarnyapun semakin tinggi.

Sebagai catatan, saat liburan di daerah Fuji-Kawaguchiko atau Kyoto, kita sudah hampir pasti akan naik bis kota karena mayoritas tempat wisata di tempat-tempat tersebut hanya dilalui oleh bis kota.

Di Jepang kita tidak membayarkan uang kepada sopir atau kondektur/ kernet bus, melainkan dengan memasukkan tiket dan uang pas kedalam mesin yang tepat berada di samping sopir. Bisa juga dengan menggunakan kartu uang elektronik, seperti kartu SUICA/ Pasmo atau kartu ICOCA. Khusus pembayaran dengan uang tunai, kita harus memasukkan uang pas bersama dengan tiketnya. Ingat, sebisa mungkin harus menggunakan uang pas karena kalau kurang akan ditegur sopirnya dan kalau lebih tak akan dikembalikan. Kalau kita tak punya recehan, maka bisa ditukarkan terlebih dahulu di mesin penukar uang otomatis yang tersedia di dalam bis. Semoga panduan ini bisa membantu teman-teman naik bis di Jepang.

Sumber gambar: Flickr hans-johnson

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.