Bagaimana Cara Memastikan Makanan Halal di Jepang?

0 Comments


Saat sedang wisata atau liburan ke Jepang, satu hal yang menjadi perhatian para muslim adalah makanan dan minuman halal. Karena belum menguasai bahasa Jepang, sulit rasanya untuk berbelanja di minimarket. Saat memilih suatu makanan akan dilanda kebingungan. Halal tidak, ya? Lantas, ada nggak ya cara memastikan makanan halal atau tidak saat wisata di Jepang? Bagaimana cara memastikan makanan halal di Jepang?

Sebenarnya, terdapat cara sederhana untuk memastikan makanan halal atau tidak saat tengah liburan di Jepang. Kamu harus menghindari beberapa bahan makanan haram, seperti babi dan alkohol. Namun, karena ditulis dalam tulisan Jepang, wisatawan muslim pun kesulitan untuk mengetahui komposisi makanan atau minuman yang dibeli.

Oleh karena itu, nggak ada salahnya buat menghafal huruf-huruf Jepang dari bahan makanan nggak halal itu, lho. Nantinya, saat akan membeli makanan atau minuman di Jepang, kamu cukup mencari kanji-kanji ini. Semoga penjelasan komposisi bahan ini bisa membantu teman-teman selama liburan di Jepang.

1. Sake (酒) dan Alkohol (アルコール)

Kanji ini 「酒」dibaca dengan “sake” dan huruf katakana ini 「アルコール」 dibaca dengan alkohol. Jika kamu menemukan kedua huruf ini pada kemasan, maka dijamin makanan atau minuman tersebut mengandung alkohol. Kandungan alkohol ini tak hanya berasal dari pemberian secara langsung.

Karena alkohol mungkin saja tercampur dalam proses pemberian bumbu lain seperti shoyu dan sake merah. Kamu harus memastikannya lagi pada komposisi bahan makanan yang tercantum pada kemasan. Meski demikian, baru-baru ini juga ada shoyu yang tak mengandung alkohol.

2. Buta/Babi (豚)

Kanji ini 「豚」dibaca dengan buta dan berarti babi. Sementara itu, jika  kamu menemukan kanji 「豚肉」atau dibaca dengan butaniku berarti makanan tersebut mengandung daging babi. Maka, kamu harus lebih teliti membaca komposisi bahan dan mencari-cari kedua kanji ini ya.

Pada umumnya, snack, makanan manis dan mie instan di Jepang telah dibubuhi dengan daging maupun lemak babi. Sehingga, akan lebih baik membaca komposisi makanan terlebih dahulu sebelum membelinya. Maka, kamu bisa berbelanja dengan tenang nantinya.

3. Mirin (味醂)

Kanji ini「味醂」dibaca dengan mirin, nama bumbu khas Jepang yang mengandung alkohol. Rasanya yang cenderung manis dan berwarna kuning ini ternyata memiliki kandungan alkohol sekitar 14 persen. Biasanya, mirin menjadi campuran makanan yang direbus dan juga saus khas Jepang. Jika kamu berencana membeli makanan Jepang berbentuk instan, pastikan tak ada kanji mirin pada kemasan ya.

4. Shoyu (醤油)

Ini dia bahan makanan yang sering terabaikan dari daftar bahan makanan non halal. Karena masih sedikit banget yang tahu kalau shoyu atau soy sauce atau kecap asing Jepang bisa jadi mengandung alkohol, lho. Soy sauce atau dalam bahasa Jepang ditulis dengan「醤油」dibuat dari kedelai, gandum, garam yang difermentasi dan terkadang ditambahkan alkohol.

Nah, ini dia yang perlu diperhatikan. Saat kamu akan membeli shoyu, pastikan cek dulu komposisinya. Apakah tercantum alkohol atau tidak. Namun, jika masih ragu, ada baiknya untuk beli shoyu yang sudah mengantongi label halal saja.

Sumber gambar: halfrain

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.